Selasa, 19 Mei 2009

Review Serie A 08/09

Review liga italia season 08/09

Yaaak salam Olahraga pemirsa(Tris Irawan mode : On) :D
Kaga kerasa liga italia seria A ude menuju pekan-pekan akhir,,walopun ntu liga blon kelar,cuman juaranya uda kliatan yaitu Inter milan. Yap,inter ga butuh maen ampe pekan terakhir buat mastiin juara liga serie A karena para rival-rivalnya ga mampu nyaingin inter. Sejenak mari dah kite ulas tuntas liga Italia season ini secara menyeluruh secara kompetisi ini merupakan salah satu liga terbaik di dunia,,



Liga italia seria dibuka dengan suasana kompetisi yang makin semarak musim ini,,apalagi klo bukan gairah dari tim2 pesaing Intermilan yang makin gerah aja ngeliat Inter makin menancapkan dominasinya di Italia,,ga tanggung2 beberapa major transfer dilakukan oleh klub-klub besar macam Milan dan Juve untuk memuluskan ambisi mereka,,klo mengenai major transfer ketiga klub ini gw da bahas di posting gw yang lalu,,Nah, brikut ulasan singkat gw mengenai beberapa tim Seri A. Acara ini disponsori oleeh......... (emang ada yap?? zzzzzz)
Here we go...




AS ROMA

Major Transfer Player
AS Roma di musim ini bikin gw heran, yaitu justru memilih untuk berhemat di bursa transfer musim ini dengan mendatangkan pemain “kelas 2” ke tim mereka setelah mereka kehilangan Amantino Mancini yang disabet oleh klub besutan Jose Mourinho.Well,langkah roma ini mungkin emang buntut dari krisis global yang melanda dunia ya, sehingga mw ngga mw mereka harus berhemat dengan kondisi yang ada. Klo kate istilah Mahasiswa, AS Roma ambil pemain yang Pahe aja dah,,hehe.

Yang jadi masalah adalah pemain yang didatangkan ama skuad besutan Luciano Spalleti ini. Major transfer mereka ada 3 nama yaitu John Arne Riise,Julio Baptista,dan Jeremy Menez,, dari 3 nama ini, musim ini kotribusi mereka gw rasa sangat kurang.AS Roma justru mendatangkan pemain yang di klub lamanya lebih sebagai pelapis, kecuali jeremy menez, sehingga baik mental maupun kesiapan fisik mereka kurang teruji. Julio Baptista misalnya(JB – Join Bareng :p), IMHO semenjak dia meninggalkan sevilla, posisi dia di klub barunya senantiasa berubah,malah menuju ga jelas.Ga jarang dia di lapangan seperti bingung akan posisi dia,dan tumpah tindih dengan pemain lain. Betul bahwa dia butuh adaptasi, namun dengan waktu yang telah diberikan oleh manajemen sepertinya ngga cukup buat dia. Menurut gw, dia didatengin buat ngelapis iL Capitano Francessco Totti yang sering dirudung cedera. Tapiii skali lagi gw bilang, klo misalkan emang bener gitu,dia berarti berada di posisi di belakang striker Mirko Vucinic yang musim lalu maenny bagus. Tapi di lapangan, Baptista malah lebih sebagai striker, yang ujung- ujungnya bikin penampilan Vucinic meredup musim ini. Atas dasar inilah gw bilang klo JB belum bisa nunjukin performa terbaiknya musim ini.

Performa Riise sedikit lebih baik dari JB.Dia selalu jadi pilihan utama, tapi gw yakin juga karena Roma ga pny pilihan lain di lini kiri mereka. Dia merupakan bek kiri dengan kemampuan offensive yang bags. Tendangan kaki kirinya dahsyat full power. Cuman di Italia dia jarang melakukan percobaan shooting jarak jauhnya. Lebih dari itu gw bingung dia kok klo ude maju telat banget yah mundurnya,, mungkin dia ngopi dolo kali y di warteg depan gawang lawan,,hehe. Padahal, dia terbiasa di liga Inggris yang membutuhkan kecepatan dan penempatan posisi yang tepat. Well menurut analisa gw ini gara2 dia kurang dapet kesempatan bermain musim lalu sehingga klo istilah FM-nya Lacking Match Practice,dia jadi seakan2 ga pny stamina yang cukup buat maju mundur di areal lapangan pertandingan. Sebenarnya di paruh akhir kompetisi, Riise terlihat jarang maju membantu serangan Roma, cuman akibatnya jadi makin kerasa yaitu umpang silang ke areal pertahanan lawan jadi makin minim. Ya inilah konsekuensi dari taktik pelatih Roma.

Jeremy Menez,,inilah pemain yang sebetulnya di awal musim gw berharap dia bakal memberi warna lain di liga italia,,gw ngarepin teknik dribel dia dan kemampuan untuk menerobos lini pertahanan lawan bakal dia tunjukin ke publik italia,,apalagi dia ada dukungan sang kapten roma yang bisa memberi nasihat ke dia,, cumaaan apa yang gw harapkan kayaknya terlalu tinggi,,di musim pertamanya, dia belum menunjukkan performa yang gw harapkan,, malah klo gw boleh gw bilang permainan dia ancuur,,dia terlalu banyak ngolah bola, telat ngirim umpan crossing, dan terlihat kalah beradu badan sama bek lawan,, Well, terlalu dini seeh buat bilang klo dia ga cocok di italia,, Ingaat ini baru musim pertama dia,, klo boleeh rasional musim pertama ibarat menimba ilmu dolo,ntar klo uda 3-4 musim baru keluarkan kemampuan terbaik,,tapii gw yakin,dengan dana yang musti ditebuss buat ngedatengin dia,pasti manajemen roma ga pengen dia lama beradaptasi dengan kultur Italia,,



The Team

Diluar urusan transfer, performa Roma musim ini kategorikan : MENGECEWAKAN..
No offense buat tifosi AS Roma,,bukan tanpa alasan gw bilang gitu,,
Ingat!! musim lalu mereka nyaris juara,bahkan mereka sempat menjadi scudeto selama kurang dari 24 jam sebelum Inter meraih kemenangan lewat dua gol Zlatan Ibrahimovic,,bagaimana musim ini?? Ancuur lebuur,,Skuad asuhan LS(Luciano Spaletti) ini seperti sudah kalah perang terlebih dahulu sebelum bertanding,, menurut catatan Bang PiGee, ada dua nama yang musim ini tampil ancur yaitu kiper Doni dan bek Mexes,, Doni musim lalu bermain lumayan baik dengan menjadi saingan Julio Cesar di timnas brazil,,musim ini??jadi pilihan pertama aja kagak,,penampilannya same aje ma Listyanto Raharjo, sering buat blunder,, Mexees??Klo yg ini titisannya Hamka Hamzah di timnas Indonesia,, Sering terlambat menutup pergerakan lawan, dan satu lagi masalah mexes,, EMOSI (makanya gw bilang mirip mas Hamka. Hehe. Maab ya mas Hamka),, Dia sering terlihat lepas kontrol dan mendapat kartu merah dimana seharusnya dengan pemain sekaliber dia dia bisa nahan emosinya,, mungkin ini sejalan dengan keinginan dia yang disinyalir ude ga betah ama klub milik kluarga sensi ini,,

Hal ini diperparah dengan badai cedera ke alberto Aquilani ma Totti dan juga masalah internal yang mendera Panucci,,Alhasil sokongan bola mateng mirko vucnic jadi berkurang dan imbasnya Roma jadi sulit mendulang point,, Pertahanan mereka ude kayak kerupuk gampang banget ditembus,, Terakhir lawan Catania aje mereka megap – megap ampe menit- menit akhir sblon panucci bikin gol penyelamat lewat sundulannya,, Secara umum penampilan Roma musim ini Ancuur banget,, Butuh lebih dari sekedar investasi pemain buat bikin serigala ibukota ini bertaring lagi, terutama masalah mental pemain dan kondisi fisik pemain,,



SS LAZIO


Major Transfer

Lazio menghadirkan pemain pinjaman dari klub AL-Sadd, yaitu Mauro Zarate. Cepat, Lincah, dan memiliki tendangan luar kotak penalti yang dashyat. Apabila bek lawan terlambat menutup pergerakannya di luar kotak penalti, siap2 saja gawang anda ditembak dengan bola bagaikan meriam oleh pemain yag satu ini. Ngga tanggung-tanggung dengan performanya yang ciamik, bikin laziale lupa klo performa striker goran pandev sedang menurun.Meskipun demikian, permainan Zarate pun bukan tanpa kelemahan,, IMHO dia predator di luar kotak penalti lawan,berkebalikan dengan striker2 pada umunya,,Tendangan luar kotak penalti dan kecepatan dia memang bagus, tapi klo klub lawan bisa menghadang 2 keunggulan zarate tersebut dia mati kutu. Satu lagi kelemahan Zarate, dia egois. Memang ketika bola di kaki dia serangan Lazio tampak dahsyat. Namun, dia sering terlambat melepaskan bola kepada rekan setimnya. Alhasil serangan lazio di paruh kedua kompetisi mudah tertebak.Kalau saja dia sanggup melepaskan bola ketika para bek lawan mulai mengerubungi dia kepada rekan setimnya (baca : Rocchi,,hehe), tentu akan ada space kosong yang ditinggalkan bek lawan yang megerubungi dia,, Well, dia masih muda, dan gw memang ngarepin dia untuk berkembang ke depannya,, Gw yakin kedepannya dia bisa berkembang menjadi striker yang cukup

Selain Zarate ada Kiper Fernando Muslera yang penampilannya lumayan. Gw kurang punya data analisa akurat mengenai pemain yang satu ini secara dia baru menjadi pilihan utama di paruh kedua.. Yang gw cermati cuman dia berani memotong crossing dari lawan dan kemampuan menebak arah penalti lawannya cukup lumayan. Walaupun belum teruji bener, tapi seenggaknya dia berhasil nyumbangin gelar ke Lazio. Menarik untuk ditungu performanya musim depan.


The Team

Klub sekota Roma, yaitu SS Lazio juga meraih hasil yang lumayan musim ini (FYI ini klub kesukaan
bokap gw ni,,hehe -> ga penting yah). Secara jujur penampilan Lazio musim ini seperti mainan anak-anak, Yoyo (kok jadi kayak pidato Megawati yah.hehe). Mereka dengan penyerang muda Argentina Mauro Zarate sempat menjadi pemuncak Serie A di awal musim. Namuun sejalan dengan waktu, posisi mereka malah makin melorot,, IMHO ini gara2 klub asuhan Delio Rossi ini ga cukup pny
pemain berkualitas untuk membuat variasi permainan. Ketika tim lawan sudah mengenal cara bermaian Lazio, mereka seperti kesulitan untuk memvariasikian serangan mereka,,

Perfoma Goran Pandev musim ini juga kalah bersinar dari Mauro Zarate. Performa Tommaso Rocchi sebagai tandem Zarate gw kategorikan lumayan bagus. There not much to say (gaya gw,,hehe) dari penampilan dia musim ini. Cedera di awal musim bikin start dia agak lambat panas. Dan satu lagi yang gw soroti, performa bek tengah Lazio buruk,, okelah mereka bisa berdalih bilang bahwa itu merupakan pilihan terbaik di tengah kesulitan keuangan yang mereka miliki, tapi hasil di atas lapangan memang membuktikan demikian. Sampai saat ini(pekan ke 36) mereka sudah kejebolan 53 gol, defisit dengan data membobol mereka yang hanya 45. Bukan rahasia umum bahwa salah satu alasan kenapa klub ini kurang berkembang adalah karena masalah rentetan ekonomi.

Sisi positif lazio IMHO terletak di major transfer mereka yaitu meminjam Zarate merupakan kebijakan transfer yang baguus. Gw ngucapin selamat buat lazio yang menjuarai Piala Italia dan musim depan bakal tampil di Piala UEFA. Secara umum posisi Lazio di klasemen memang mengecewakan, namun keberhasilan meraih juara Piala Italia mengobati performa mereka. Performa mereka musim ini : LUMAYAN BAGUS .

Tapi satu catatan gw, tim yang hanya memiliki skuad pas-pasan namun berlaga di kompetisi continental acap kali berimbas pada performa mereka di liga yang memburuk,,Ingat ini dunia nyata,,Gw ngarepin dengan uang yang didapat dr kompetisi non domestik bakal cukup buat Lazio mendatangkan muka baru ke Olimpico,,Sayang ajah klo kesemapatan mereka bermain di Eropa setelah sekian lama ngga dimanfaatkan dengan baik.



OVER ACHIEVERS

Ada penampilan tim yang bikin gw tersenyum gara2 permainan mereka yang bikin seri A cukup bergairah yaitu Genoa,, Selain genoa masih ada Sampdoria dan Napoli,, IMHO Genoa paling baik dari penampilan ketiga kub medioker ini,, Inti dari penilaian gw adalah penampilan timnya yang masih bisa main bagus tanpa pemain andalan mereka,, Genoa masih bisa mendulang 3 angka penuh kala Diego “Diegol” Milito berhalangan (Lagi “M” yah??Hehe),,penampilan mereka di kandang juga baguus banget, cuman Inter doang yang sanggup meraup angka penuh sementara tim lain kaga bisa,, Beralih ke Sampdoria, gw seneng banget ama tim ini,, Ini tim spesialis pemain buangan kayaknya,,hahaha,, terbukti kedatangan Antonio Cassano yang ditakutkan menghancurkan keharmonisasian tim malah bikin Sampdoria melanglang buana,,Hasil paling digaris bawah adalah mereka mampu menggebuk Inter dengan skor 3-0 di piala Italia,,sayang mereka gagal di final,, Giampolo Pazzini juga unjuk gigi di paruh kedua musim ini,,penyerang masa depan Italia ini tampak klop dengan “peterpan” sehingga timbul harapan atas permainan dia,, Napoli menjadi klub yang patut diawasi juga,, Mereka memiliki pemain ajaib yaitu Lavezzi dan Marek Hamsik,, di paruh awal liga Italia mereka begitu menakutkan klub mapan,, sayang di paruh kedua penampilan mereka jauh menurun,,kalau saja kedua pemian ini mampu menjaga stabilitas permainan mereka bukan ga mungkin mereka mampu membawa Napoli menuju posisi yang lebih baik dari sekarang,,




JUVENTUS

Juventus merupakan tim yang gw rate musim ini sebetulnya penampilan mereka rada aneh,, Dengan kondisi skuad starting eleven yang “itu-itu saja”, mereka mampu menembus 3 besar,, Okelah mereka mendatangkan Amauri sebagai major transfer mereka, striker yang nasionalisasinya masi ga jelas antara brazil dan Italia. Tapi performa Amauri seperti yang bisa gw duga B ajah, atau biasa ajah,, Dari strategi pelatih gw bingung ama strategi pemain yang diturunkan Claudio Ranieri. Dia tampaknya bingung menentukan formasi utama Juve. Menurut catatan gw posisi yang paling aneh adalah di posisi penyerang. Dia ga punya pakem formasi antara Del Piero, Amauri, Ilaquinta, dan Trezegol. Di depan ada masalah, di belakang juga ada masalah. Kuartet bek Juve berpenampilan buruk, terutama malah ketika Kiper andalan mereka Buffon sembuh dari cedera. Malah waktu kiper cadangan mereka, Manninger, maen penampilan pertahanan Juve lumayan. Yang disoroti adalah penampila Chielini yang naik turun,, ketika dia bermain melawan klub besar, penampilan dia menurut gw kasar tapi terkadang masih fair,, tapi klo lawan tim kecil yang kesisa tinggal kasarnya doang,, Padahal dia harus sadar dia adalah jederal lini pertahanan juve. Juve sering kejebolan gol dari tim lain melalui cara yang seharusnya bisa mereka atasi, Counter Attack. Penampilan kapten mereka Alex Del piero juga menurun musim ini dimana musim lalu dia menjadi top skor seri A. Gw jujur kaget dengan performa del piero musim lalu yang Ajiiieb mampus. Walopun gw termasuk Del Piero haters, cuman harus gw akuin bahwa kaki dia masih ajaib terutama bola matinya,,sayang kecepatan dia ude jauh berkurang (namanya juga ude tuwir.hehe). Terlalu banyak masalah yang menimpa juve musim ini. Masalah pelatih, perselisihan internal, hingga komentar – komentar miring dari pihak luar manajemen menggerogoti klub ini. Menilik penampilan mereka di akhir kompetisi, Juve selayaknya beruntung mereka masih di posisi 3 besar. Tapi gara2 rentetan hasil ga bisa menang ini juga yang membuat manajemen Juve memutuskan buat mecat pelatih mereka. Kita tunggu aja perkembangan Juventus selanjutnya.



AC MILAN


Milan pun same aje,,Major tansfer mereka musim ini berupa mantan pemain terbaik dunia dengan bentuk unik bernama Ronaldinho,, well penampilan dia sebenernya biasa ajah,, uda ga kluar lagi jurus- jurus magic dia beberapa taon silam,,keknya kecepatan kakinya dia terbenam sama berat badan dia yang uda menggelembung,,hehe,, transfer Milan yang lain adalah si gantenk David Beckham,, Nah ini juga gw bingung knp kok Milan ambil dia (mungkin gara2 gateng kali ya.hehe),,Doi emang terbukti tampil bagus di beberapa penampilan pertama dia sama Milan,, Tapi sejalan dengan waktu permainan beckham pun mulai menurun,, Permainan Milan di atas lapangan juga setali 3 uang,, Entah kenapa penampilan mereka naik turun,, betul bahwa Kaka musim ini ngga dalam kondisi fit 100% terus, tapi apakah musim lalu ngga demikian??

Gw rasa seh gara2 punggawa Milan masih merasa bahwa mereka masih tim yg harus ditakuti lawan2nya sehingga mereka bisa menang dengan mudah melawan tim lain,,yang gw garis bawahin dsini adalah motivasi mereka ketika menghadapi tim yang di atas kertas bisa mereka atasi dengan mudah. Motivasi mereka terkesan pas2an dan semangat juang mereka rendah. Bisa aja si mereka berdalih dengan alasan stamina para pemain yg uda ga muda lagi, tp ingat usia bole bertambah,tp mental juara ga berubah. Klo semangat dan determinasi mereka masi kaya gitu, gw ga yakin Milan bakal berubah.

Point pentingnya adalah ketika Milan tersingkir dari Piala UEFA dari Bremen. Seharusnya kalo mereka hanya berkutat akan masalah stamina, setelah tersingkir dari piala UEFA, yang notabenenya hanya bermain seminggu sekali, mereka masih bisa berjuang di Seri A. Atas dasar inilah penilaian gw lebih dari sekedar hanya masalah stamina.Gw sendiri berpendapat bahwa Milan merupakan tim yg paling menghibur di Seri A, tapi itu klo mereka mengeluarkan kemampuan terbaiknya,,Minor transfer Milan pun mengecewakan baik Senderos maupun Flamini,, Mending Milan cari GK ajah dolo di bursa transfer musim depan. Mereka butuh GK sekelas Buffon atau Cesar buat mengarungi derasnya Liga Italia dan juga bek tengah . Benahi masalah regenerasi pemain dan variasi bermain. Overall musim ini menurut gw Milan harus ambil hikmah positif dari posisi kedua musim ini untuk memulai berbenah musim depan.



Il Campioni d' Italia
INTERNAZIONALE MILANO


Inter Milan menatap musim ini sebagai musim penuh harapan dengan adanya Jose Mourinho. Jose di musim pertamanya di Italia berhadapan dengan berbagai masalah, diantaranya masalah mental pemain, stamina, dan regenerasi skuad Inter. Major transfer Inter pun setali 3 uang dengan tim Italia lainnya, yaitu hancuuur lebur. Mancini gagal mengulang performa dia di Roma, sementara Ricardo Quaresma malah dipinjamkan ke Chelsea. Mungkin alasan JM mengambil RQ, soalnya ini pemain emang memiliki teknik yg bagus, cuman mentalnya amburadul. JM pengen pengen buat RQ jadi sebagus CR7 di ManUtd. Apadaya, JM gagal. RQ malah gagal total di Italia. Bahkan setelah dipinjamkan ke Chelsea pun tetep ga dimainin. Alhasil dari muka baru Inter, cuman Muntari doang yg nunjukin performa lumayan. Dari seluruh pertandingan dia bareng Inter di Seri A, dia emang cuman nyetak 3 gol. Tapi ketiga gol dia dicetak pas pertandingan penting semua, diantaranya ke gawang juve. IMHO permainan dia lebih ke fisik(stamina) dan dia ngejalanin perannya lumayan, cuman nothing spesial seeh.

Permainan Inter di atas lapangan menurut analisa gw Aneh bin ajaib. Gimana ga aneh, tiap tifosi Anti-Inter yang liat sang cappolista maen pasti heran, ini tim maennya lebih sering pas-pasan cuman kok bisa menang. Yaap, Inter kembali nunjukin karater mereka, yaitu kerap main pas-pasan cuman tetep meraih hasil positif. Variasi permainan Inter pun itu-itu ajah. Klo ada 2 orang yg bikin Inter bisa meraih hasil penuh, siapa lagi klo bukan Zlatan Ibrahimovic dan Julio Cesar. Zlatan, kaga usa ditanya lagi d, emang penyerang paling ajaib di serie A. Performanya bersama Inter musim ini sangat stabil, sampai pekan 36 dia ude nyetak 22 gol, kalah satu dr Di Vaio 23, dan merupakan rekor terbanyak dia mencetak gol dalam semusim. Ngga jarang Inte bermaian pas-pasan, cuman gara2 Zlatan bikin gol ato ngirim umpan ke pemain Inter bisa mendapatkan poin penuh.

Penampilan Cesar pun demikian. Dia merupakan benteng tangguh terakhir Inter. Gara-gara dialah Inter menjadi tim dengan defensif record terbaik musim ini dan kandidat GK terbaik musim ini. Jujur gw komen bek2 Inter kaga bagus2 amad,, Cordoba yang disinyalir merupakan bek tercepat di Italia malah sering kalah lari(mungkin ude tuwir juga tu). Samuel emang bek bagus, tapi penampilannya ga konsisten dan sering dihajar cedera. Setali 3 uang dengan chivu. Emang dia pemain bagus, cuman sering cedera seeh, uda gitu klo cedera lama pula.

Sebenernya ada satu lagi nama pemain yang turut memegang peran penting di serangan tim ini, yaitu Dejan Stankovic. Setiap Inter bermain bagus, pasti pemain ini juga bermain bagus sebagai penghubung lini belakang dengan lini depan. Ketika dia bermain bagus, varuasi permainan Inter tampak hidup, bola mengalir dengan derasna ke jantung pertahanan lawan. Seakan-akan Stan ada di seluruh penjuru lapangan. Cuman sayang, Stan jarang main bagus(padahal doi pemain kesayangan gw selain adri). Padahal dia memegang peran penting sebagai pengatur serangan. Akibatnya permainan Inter sering mandek dan “Zlatan-Sentris”.

Di tengah musim Inter dirudung masalah striker Brazil, Adriano, yang diputus kontrak. Sblom diputus kontrak Adriano, merupakan, pemain tandem utama Zlatan. Sang Kaisar bahkan mencetak gol penting ke gawang Milan pake tangan (Gol tangan Tuhan.Hehe). Cuman sayang dia kaboor ke brazil sebulan ga da kabar, bikin opa Moratti gerah dan memutus kontraknya. Padahal selama ini dia merupakan salah satu pemain kesayangan Interisti. Satu sisi positif dari kejadian ini, Inter jadi mainin Balotelli molo dan hasilnya ga ngecewain .

Mario “Super Mario” Balotelli hadir memberi warna baru di Italia. Cepat, gesit, dan ga kliatan sebagai anak umur 18 tahun (Gilaa masi muda banget !!!). Total 8 gol dia sumbangkan, termasuk gol spektakuler ke gawang Chievo dari point blank (FYI dr posisi yang ga diduga-duga atau tidak membahayakan gawang lawan). Tapi, Wonderkid ini pny kelemahan, lagi2 di sisi mental. Dia peluang menjadi the next Cassano dimana berbakat luar biasa, cuma peringai-nya ampuun daaah. Smoga aja JM bisa bikin dia menjadi the next Italian Superstar..
Selain Balotelli ,hadir muka baru yaitu Davide Santon juga memberikan warna baru di kubu Nerazzuri, terutama menyangkut pemain asli Italia. Permainan Santon seeh biasa2 ajah, cuman dia konsisten. Calon pengganti Javier Zanetti sbg kapten Inter. Sisi positifnya, Inter sekarang pnya pemain Italia muda, bahkan the next rising star pula.Hehe




After the season gone...

Well, sesuai prediksi gw, bahwa Inter kembali merebut Scudetto seri A musim 08/09. Hal ini bukan semata2 Inter yang perkasa, gw TEGESIN sekali lagi, bukan gara2 Inter Perkasa. Tapi gara2 pesaing Inter yang emang ga kuad buat ngehentiin laju sang Nerazzuri. Juve sempet kuat di awal sampe menjelang akhir. Menjelang akhir mereka melempem. Milan sempet keteran di awal, mampu memberi tekanan menjelang pekan-pekan akhir, tapi cuma sampe situ ajah. Tim lain hanya sempat sebentar memberi warna di seri A dengan kejutan yang mereka berikan. Inilah yang memuluskan langkah Inter merengkuh gelar Seri A ke 17 mereka menyamai AC Milan. Performa konsisten sang Nerazzurri dalam mendulang point membuat pesaing mereka mati kutu. Bahkan kalo menurut gw lebih seru musim 07/08 daripada 08/09 dimana gelar juara harus ditentukan di pekan terakhir. Point penting dsini adalah performa Zlatan Ibrahimovic yang makin konsisten di Liga Domestik

Hal yang menarik lainnya untuk dicermati adalah Major Transfer tim – tim besar umumnya GAGAL. Inter, Milan, Juve, dan Roma sama – sama gagal dalam bursa transfer. Pemain yang mereka datangkan umumnya gagal memberikan warna baru ke tim. Jadi sekali lagi Inter sebenernya bisa menjadi juara karena musim ini sama seperti musim lalu, dimana para pesaing Inter masih belom mampu menyamai sepak terjang I Nerazzuri.



Ditulis tanpa adanya intervensi dari pihak manapun, yang ada hanya sebatang rokok A Mild menemani,,hehe,, Tidak ada muatan politis maupun bermaksud menjelek-jelekan pihak tertentu.

2 komentar:

DJoniE mengatakan...

Makin lama reviewnya mas PiGee ini makin menarik saja.. Gak pernah nyoba jadi kolumnis di majalah olahraga? Sapa tau sukses.. Lumayan nambahin duit jajan.. Hahahaha...

Gw nanggepin masalah Inter aj ye.. Maklum, gw agak fanatik sempit ama nih tim..

Gw setuju tuh klo permainan Inter dibilang pas-pasan.. Klo gw bilang malah mengerikan.. Gak meyakinkan banget... Asal Ibra jalan, tuh tim baru bisa jalan..
Balotelli sering kepancing emosi... Pubernya telat kali ya tuh anak? Hehehehe..
Gimana ya cara ngilangin "Ibra-Oriented" di Inter? Klo JM bisa mecahin itu, bakalan jadi maknyus beneran deh...

Angling-PiGee mengatakan...

Hehe,, bisa ajah mas jonie inih,,hehe

Klo masalah Inter, IMHO emang uda dari jaman Ronaldo alias kurang lebih satu dekade yang lalu, Inte emang Striker Sentris,,Gimana cara ngerubahnya??Yauda kaga usa pake pnyerang murni ajah,,hehe,, beli ajah Messi, CR7 ama, Kaka,, beres dah urusan,,hehe